JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memperkuat komitmen sosialnya melalui program pemulihan infrastruktur dan sanitasi di Aceh. Program ini menyasar wilayah Bireuen, Pidie Jaya, dan Peusangan untuk mendukung masyarakat terdampak bencana agar kehidupan kembali normal.
Program Strategis untuk Masyarakat Pascabencana
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menekankan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan berkelanjutan. PTPP hadir tidak hanya pada tahap darurat, tetapi juga fase pemulihan lanjutan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya sanitasi, akses air bersih, dan fasilitas umum.
Berbagai inisiatif yang dijalankan mencakup renovasi mushola agar warga dapat beribadah dengan nyaman. Perbaikan instalasi air bersih juga dilakukan untuk memastikan akses air layak konsumsi, serta pembangunan fasilitas toilet umum yang higienis.
Selain itu, perbaikan fasilitas publik lain yang terdampak banjir turut diimplementasikan. Tujuannya agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa kendala infrastruktur.
Pendekatan Responsif dan Terstruktur
Joko menegaskan, peran PTPP sebagai perusahaan konstruksi nasional tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Perseroan juga berkontribusi nyata terhadap pemulihan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Program TJSL ini menjadi bukti bahwa perusahaan mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan dalam strategi bisnisnya. Setiap langkah dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi warga terdampak bencana.
Pembangunan Infrastruktur Darurat dan Hunian Sementara
Sebelumnya, PTPP bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum telah membangun infrastruktur darurat. Pemasangan jembatan tipe Bailey dilakukan untuk memulihkan akses antarwilayah, sementara pembangunan hunian sementara (huntara) disiapkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Secara nasional, pembangunan huntara ditargetkan 15 ribu unit dalam tiga bulan ke depan. PTPP terlibat dalam pembangunan sekitar 600 unit di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Utara untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, PTPP telah menyelesaikan 94 unit hunian sementara berbasis sistem panggung. Hunian ini sudah siap digunakan oleh warga terdampak, memberikan perlindungan dan kenyamanan sementara selama proses pemulihan.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Utara, PTPP menyelesaikan 118 unit per tanggal 15 Januari 2026. Hunian sementara ini diharapkan membantu warga dalam beradaptasi pascabencana dan memulai kembali aktivitas sehari-hari.
Dampak Positif bagi Komunitas dan Infrastruktur Lokal
Renovasi fasilitas publik seperti mushola, akses air bersih, dan toilet umum mendukung kesehatan dan aktivitas sosial masyarakat. Program ini juga meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan warga selama masa pemulihan.
Selain manfaat sosial, pembangunan huntara dan infrastruktur darurat membantu mempercepat pemulihan ekonomi lokal. Warga dapat kembali beraktivitas, berdagang, dan melakukan mobilitas rutin tanpa hambatan yang disebabkan kerusakan pascabencana.
Langkah Ke Depan
PTPP menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara. Dengan fokus pada pemulihan infrastruktur, sanitasi, dan hunian sementara, perusahaan berharap dapat membantu masyarakat menata kehidupan pascabencana secara efektif.
Perseroan akan terus memantau kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kapasitas program TJSL agar dampak positif dapat dirasakan secara luas. Pendekatan terstruktur dan terintegrasi ini menjadi model bagi pemulihan bencana berbasis perusahaan di tingkat nasional.