Industri Manufaktur Indonesia Catat Pertumbuhan Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 Pada 2025

Kamis, 05 Februari 2026 | 14:54:18 WIB
Industri Manufaktur Indonesia Catat Pertumbuhan Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 Pada 2025

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri pengolahan nonmigas atau manufaktur tumbuh 5,15% year-on-year (yoy) pada 2025. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11% yoy.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, industri pengolahan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025. “Jika dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi secara kumulatif tahun 2025, dari sisi lapangan usaha terlihat industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,07%. Angka ini merupakan yang tertinggi selama 4 tahun terakhir,” ujar Amalia dalam rilis berita resmi statistik pada Kamis, 5 Februari 2026.

Pertumbuhan manufaktur yang tinggi menunjukkan pemulihan sektor industri dari dampak pandemi. Hal ini menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi nasional dan kepercayaan investor.

Dorongan dari Permintaan Domestik dan Ekspor

Amalia menekankan pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh permintaan baik dari pasar domestik maupun luar negeri. Permintaan domestik meningkat seiring dengan konsumsi masyarakat yang terus tumbuh, khususnya pada produk pangan dan kesehatan.

Industri makanan dan minuman mencatat pertumbuhan 6,39% pada 2025. Lonjakan ini didukung oleh meningkatnya produksi beras, minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya, serta kapasitas produksi industri makanan yang tetap terjaga.

Selain itu, industri logam dasar mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 15,71%. Peningkatan permintaan dari pasar luar negeri, terutama komoditas besi, baja, dan logam mulia, menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ini.

Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga berkontribusi positif dengan pertumbuhan 8,35%. Kenaikan ini seiring dengan permintaan domestik untuk komoditas kimia dasar dan produk farmasi pada segmen obat serta produk kesehatan lainnya.

Kontribusi Sektor Manufaktur Terhadap Ekonomi Nasional

Industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusinya yang mencapai 1,07% menjadi angka tertinggi dibandingkan sektor lain selama empat tahun terakhir.

Sektor manufaktur memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan neraca perdagangan. Ekspor produk manufaktur yang meningkat memberi tambahan devisa sekaligus menguatkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Pertumbuhan ini juga mencerminkan ketahanan sektor industri dalam menghadapi berbagai tantangan global. Sektor manufaktur terbukti mampu beradaptasi dengan fluktuasi permintaan dan perubahan harga komoditas internasional.

Industri Pangan dan Kesehatan Jadi Fokus Pertumbuhan

Sektor makanan dan minuman menjadi primadona pertumbuhan dengan kenaikan produksi yang stabil. Keberhasilan ini didorong oleh kapasitas produksi yang terjaga dan peningkatan konsumsi masyarakat domestik.

Industri kimia dan farmasi turut memperkuat pertumbuhan manufaktur nasional. Produk kesehatan dan obat tradisional menjadi kebutuhan penting yang mendorong penyerapan kapasitas produksi secara signifikan.

Pertumbuhan sektor ini tidak hanya mendukung ekonomi domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor. Permintaan global terhadap produk farmasi dan kimia dasar turut memperluas pasar industri Indonesia.

Manufaktur Logam Dasar Tumbuh Pesat Didukung Pasar Global

Industri logam dasar mencatat pertumbuhan 15,71%, menjadi sektor manufaktur dengan laju peningkatan tercepat pada 2025. Permintaan dari luar negeri, terutama untuk besi, baja, dan logam mulia, menjadi faktor utama pertumbuhan sektor ini.

Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan industri logam Indonesia untuk bersaing di pasar global. Efisiensi produksi dan kualitas produk menjadi daya tarik bagi importir dari berbagai negara.

Ekspansi pasar logam dasar turut meningkatkan pendapatan devisa negara. Hal ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Optimisme Pemulihan Industri Manufaktur Pasca Pandemi

Pertumbuhan manufaktur yang melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan optimisme pemulihan industri. Sektor ini menjadi indikator kunci kesehatan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

Keberhasilan industri pengolahan dalam mempertahankan pertumbuhan menunjukkan adaptasi yang baik terhadap tantangan ekonomi global. Hal ini termasuk fluktuasi harga komoditas, gangguan rantai pasok, dan perubahan permintaan pasar.

Industri manufaktur diharapkan tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun mendatang. Peningkatan kapasitas produksi, kualitas, dan penetrasi pasar global menjadi fokus utama untuk mempertahankan momentum positif.

Pemantauan sektor industri oleh pemerintah dan BPS menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan. Data statistik yang akurat membantu pengambilan kebijakan yang tepat, baik untuk mendukung investasi maupun pengembangan sektor manufaktur.

Pertumbuhan industri pengolahan juga menandakan peluang lapangan kerja yang semakin terbuka. Peningkatan kapasitas produksi di berbagai sektor manufaktur menyerap tenaga kerja baru dan memperkuat daya beli masyarakat.

Sektor manufaktur menjadi tulang punggung bagi penguatan ekonomi regional maupun nasional. Investasi dalam teknologi dan kapasitas produksi akan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Dengan pertumbuhan 5,15% pada 2025, industri manufaktur mencatat capaian tertinggi sejak pandemi. Data ini menunjukkan bahwa industri pengolahan tetap menjadi faktor utama stabilitas ekonomi Indonesia.

Manufaktur yang tangguh akan mendukung keberlanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pemerintah dan pelaku industri diharapkan terus bersinergi untuk mempertahankan tren positif ini.

Terkini