Pegawai SPPG Dlingo di DIY Diminta Penjelasan Usai Video Ejek Korban Malnutrisi Beredar

Minggu, 20 September 2026 | 00:02:32 WIB

YOGYAKARTA — BGN DIY bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya rekaman yang memperlihatkan seorang pegawai SPPG Dlingo bersikap merendahkan kepada penerima layanan gizi. Pegawai tersebut langsung dipanggil untuk memberikan keterangan. Investigasi internal dijalankan agar setiap petugas memahami tanggung jawabnya melayani masyarakat, terutama kelompok rentan seperti penderita gizi buruk dan korban malnutrisi.

Apa Isi Video yang Memicu Kemarahan Publik?

Rekaman berdurasi pendek itu menampilkan pegawai SPPG tengah memberikan sikap yang dinilai menghina seseorang yang sedang menerima layanan gizi. Video menyebar cepat ke berbagai platform media sosial. Publik menilai tindakan tersebut melanggar etika profesional sekaligus nilai kemanusiaan yang seharusnya menjadi dasar pelayanan kesehatan.

Langkah BGN DIY Setelah Video Viral

Pemanggilan pegawai menjadi respons pertama instansi. BGN DIY menegaskan proses investigasi internal bertujuan memastikan standar profesionalisme tidak longgar. Melalui pemeriksaan itu, institusi ingin memastikan seluruh pegawai memahami peran mereka sebagai ujung tombak layanan pemerintah yang berhadapan langsung dengan warga.

Sikap, tutur kata, dan perilaku petugas dinilai mencerminkan kredibilitas seluruh institusi kesehatan gizi nasional. Karena itu, BGN DIY menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan soal etika profesional dan komunikasi yang empatik bagi setiap pegawai.

Mengapa Insiden Ini Penting bagi Layanan Gizi Daerah?

Kasus ini menyoroti kualitas layanan kesehatan gizi di tingkat daerah. Lembaga pelayanan kesehatan diingatkan kembali bahwa pendampingan kepada kelompok rentan menuntut pendekatan yang bermartabat. Insiden di SPPG Dlingo menjadi bahan evaluasi bagi BGN DIY dan instansi terkait lainnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi soal sanksi yang akan dijatuhkan kepada pegawai bersangkutan. BGN DIY memastikan proses pemeriksaan berjalan untuk menjaga integritas layanan publik di bidang gizi.

Terkini