17 Desember 1903: Wright Flyer Terbang 120 Kaki Hanya dalam 12 Detik

Kamis, 17 September 2026 | 01:58:01 WIB

LANSKAPBERITA.COM — Pada 17 Desember 1903 pukul 10:35 pagi, Orville Wright berbaring di posisi pilot sementara saudaranya Wilbur mengawasi dari tanah. Wright Flyer berhasil lepas landas dan menempuh 120 kaki dalam waktu sekitar 12 detik, mencatatkan diri sebagai pesawat bermesin pertama yang sukses terbang. Momen singkat itu mengubah sejarah penerbangan dunia selamanya.

Wright Flyer dibangun dari kayu spruce dan ash dengan sayap dilapisi kain muslin katun. Bobotnya hanya 605 pon tanpa pilot, sangat ringan untuk ukuran pesawat era itu. Orville dan Wilbur Wright merancang mesin bensin 12 tenaga kuda khusus untuk pesawat ini.

Mesin tersebut dihubungkan ke dua baling-baling pendorong yang berputar berlawanan arah. Tujuannya menetralkan efek giroskopis baling-baling agar pesawat tetap stabil. Setiap detail dirancang mati-matian oleh kedua bersaudara itu.

Dari 12 Detik Menjadi Revolusi Transportasi

Penerbangan perdana itu memang singkat. Jarak 120 kaki dan durasi 12 detik terdengar sepele dibanding standar hari ini. Namun pencapaian tersebut tidak diukur dari durasi atau ketinggian, melainkan dari fakta bahwa manusia akhirnya berhasil terbang dengan tenaga mesin.

Wright Flyer membuka era penerbangan yang mengubah cara manusia bepergian, berperang, dan mengembangkan teknologi. Kini pesawat tersebut dipajang di Smithsonian's Air and Space Museum di Washington, D.C. Sebagian kecil materialnya bahkan ikut terbang ke Mars melalui helikopter NASA Ingenuity.

Hughes H-1 Racer dan Rekor Kecepatan 352 mph

Howard Hughes membangun Hughes H-1 Racer sebagai pesawat pertama dari perusahaannya, Hughes Aircraft Company. Pesawat ini terbang perdana pada 17 Agustus 1935. H-1 Racer mencatat sejarah sebagai pesawat terakhir milik individu swasta yang memecahkan rekor kecepatan dunia.

Pada 13 September 1935, Hughes menerbangkan H-1 Racer di Santa Ana, California, dan mencapai kecepatan 352 mph. Pesawat ini punya desain modular dengan dua set sayap berbeda. Sayap pendek 25 kaki digunakan untuk memecahkan rekor kecepatan, sementara sayap panjang 31 kaki 9 inci dipakai untuk penerbangan jarak jauh.

Rekor transcontinental diraih pada 19 Januari 1937. H-1 Racer terbang dari Los Angeles ke Newark, New Jersey, dalam 7 jam 28 menit 25 detik. Sepanjang 2.490 mil, pesawat ini mempertahankan kecepatan rata-rata 332 mph. Sama seperti Wright Flyer, H-1 Racer kini tersimpan di Smithsonian's Air and Space Museum.

Douglas D-558-I Skystreak dan Era Jet Pasca Perang Dunia II

Perang Dunia II berakhir dengan kemunculan jet tempur pertama, Messerschmitt Me 262. Melihat arah perkembangan itu, Biro Aeronautika Angkatan Laut AS dan National Advisory Committee for Aeronautics (NACA, cikal bakal NASA) bekerja sama dengan Douglas Aircraft Company. Mereka memproduksi tiga unit D-558-I Skystreak.

Pesawat eksperimental ini menguji penggunaan mesin jet dan penerbangan berkecepatan tinggi. Tujuannya memperkuat kekuatan udara militer AS setelah perang. Mesin Allison J35-A-11 dengan daya dorong statis 5.000 pon memungkinkan Skystreak lepas landas dan mendarat dengan tenaganya sendiri.

Skystreak memiliki intake besar yang menjadi ciri khas desainnya. Program ini menjadi jembatan penting antara era propeller dan dominasi jet di dunia penerbangan militer.

Terkini