LANSKAPBERITA.COM — Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ekonomi dan Gubernur Bank Indonesia ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/9) sore, untuk membahas pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. Rapat ini juga menyinggung rencana pengembangan biodiesel di atas B50 yang bakal berdampak pada sektor logistik dan transportasi nasional.
Hadir dalam rapat itu Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Kepala BP BUMN Dony Oskaria juga tampak memenuhi panggilan Istana.
B50 dan Ketergantungan Solar Impor
Bahlil mengatakan pengembangan biodiesel di atas B50 akan memanfaatkan potensi yang ada di dalam negeri. Ia belum memerinci besaran target pencampuran maupun jadwal implementasinya.
"Setelah rapat saya akan menyampaikan. Mungkin salah satu di antaranya adalah kita akan melakukan pengembangan dengan memanfaatkan potensi yang ada di dalam negeri kita. Kita akan dorong untuk di atas B50 ya," ujar Bahlil di lokasi.
Program biodiesel menyentuh langsung sektor logistik karena solar menjadi bahan bakar utama truk barang, bus, dan armada angkutan darat. Setiap kenaikan persentase pencampuran minyak sawit ke solar mengubah komposisi biaya bahan bakar angkutan, sekaligus menentukan seberapa besar impor solar bisa ditekan.
Pertamina Siapkan Laporan
Dony Oskaria menyebut dirinya bersama Pertamina kemungkinan memberikan sejumlah laporan kepada Prabowo. Ia enggan membeberkan isi laporan sebelum rapat selesai.
"Kita biasa, update aja. Berkaitan sama ada Pertamina juga nanti kan, berkaitan dengan energi. Nanti setelah rapat mungkin kita bisa update ya lebih lanjut," kata Dony.
Pertamina memegang peran sentral dalam rantai distribusi bahan bakar nasional, mulai dari kilang, terminal bahan bakar minyak, hingga penyaluran ke SPBU dan depo di seluruh wilayah. Keputusan soal campuran biodiesel langsung memengaruhi volume solar yang harus disiapkan perusahaan pelat merah itu tiap tahun.
Dampak ke Biaya Angkutan Barang
Bagi pelaku usaha logistik, kebijakan energi menentukan struktur biaya operasional harian. Bahan bakar umumnya menyerap porsi terbesar dari biaya perjalanan truk antarkota dan armada distribusi last mile.
Kenaikan kadar biodiesel berpotensi menekan ketergantungan pada solar impor dan menjaga pasokan domestik. Namun sisi lain, pelaku angkutan menantikan kepastian soal kualitas bahan bakar, harga, dan ketersediaan di daerah terpencil.
Konteks Kebijakan Energi
Pemerintah sebelumnya mendorong peningkatan pemanfaatan bahan bakar nabati untuk mengurangi defisit neraca perdagangan akibat impor minyak. Program B35 sudah berjalan, dan wacana menuju B40 hingga B50 terus bergulir.
Rapat di Istana juga menyentuh pemenuhan kebutuhan energi secara umum, bukan hanya biodiesel. Koordinasi lintas kementerian diperlukan karena kebijakan energi bersinggungan dengan fiskal, pangan, dan sektor keuangan.
Bahlil menyatakan hasil lengkap rapat akan disampaikan setelah pertemuan selesai. Publik dan pelaku industri masih menunggu kepastian target pencampuran, jadwal penerapan, serta skema harga biodiesel yang akan berlaku.