JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyiapkan strategi bisnis 2026 dengan menguatkan seluruh lini usaha, mulai dari obat resep, produk konsumen, nutrisi, hingga distribusi dan logistik. Head External & Stakeholders Relation PT Kalbe Farma Tbk, Hari Nugroho, menyatakan target pertumbuhan akan berbeda di tiap divisi bisnis.
“Strategi dan target pertumbuhan 2026 akan didorong oleh seluruh divisi dengan masing-masing strateginya. Di divisi obat resep, kami fokus pada produk specialty dan tetap mendukung program JKN," ujar Hari.
Di divisi produk konsumen, perusahaan menekankan pada kategori preventif dan non-kuratif. Sementara divisi nutrisi akan memprioritaskan produk likuid dan lifestyle untuk memperkuat penawaran.
Pengembangan Distribusi dan Logistik
Di divisi distribusi dan logistik, Kalbe menargetkan pengembangan alat kesehatan serta penguatan prinsipal baru. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus memperluas layanan ke berbagai wilayah.
Hari Nugroho menambahkan bahwa pemulihan daya beli masyarakat diharapkan berlanjut secara bertahap sepanjang tahun. Hal ini menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan penjualan di semua lini produk.
Penyesuaian Terhadap Volatilitas Nilai Tukar
Volatilitas nilai tukar berpotensi memengaruhi biaya bahan baku industri farmasi. Untuk mengantisipasi risiko ini, Kalbe telah menyesuaikan skema pembayaran bahan baku aktif farmasi (API).
“Volatilitas nilai tukar dapat mempengaruhi biaya bahan baku, namun Kalbe sudah melakukan shifting pembayaran API ke renminbi dari sebelumnya menggunakan dolar AS. Sensitivitas terhadap pergerakan nilai tukar kini lebih terkendali,” jelas Hari.
Selain itu, ketersediaan bahan baku menjadi fokus utama agar produksi di seluruh lini bisnis tetap berkelanjutan. Perusahaan juga menerapkan kebijakan multi-sourcing vendor untuk menjaga pasokan tetap stabil.
Ekspansi Pasar Internasional
Selain penguatan pasar domestik, Kalbe menargetkan perluasan penetrasi pasar internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan akan memperkuat kehadiran di beberapa negara ASEAN, termasuk Thailand, setelah mengakuisisi Alliance Pharma.
Hari Nugroho menegaskan langkah ini untuk membangun footprint Kalbe di pasar global. Fokus penetrasi dipilih secara selektif agar strategi pertumbuhan internasional lebih efektif dan berkelanjutan.
Optimisme Pertumbuhan dan Strategi Lintas Divisi
Kalbe tetap optimistis menghadapi 2026 dengan kombinasi strategi yang disesuaikan di tiap divisi. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing perusahaan sekaligus menjaga kontinuitas bisnis di tengah dinamika pasar domestik dan internasional.
Penguatan lini obat resep, produk konsumen, nutrisi, serta distribusi dan logistik diharapkan menciptakan sinergi positif untuk seluruh portofolio perusahaan. Dengan strategi ini, Kalbe menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan inovasi sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan konsumen.